Cara Tersulit Mendapatkan Uang dari Menulis

Baiklah... Seperti biasa.. Aku harus melakukan pengakuan ini.. Aku founder of Mystupidtheory.com, Mahfuzh tnt.

Postingan kali ini emang dibuat unik dan harsh banget, tujuannya untuk membuat kalian membacanya. Mudah mudahan dengan membaca tulisan saya ini, kalian sadar kalau tulisan dan teknik menulis saya emang asal-asalan dan buruk. Biarin. :P

Sejelek-jeleknya tulisan saya, tetapi beberapa juta sudah pernah saya kantongin cuma dengan modal ngetik di depan laptop. Sekarang memang saya belum bisa hidup dengan full menulis, karena ada mimpi saya yang lainnya untuk diwujudkan.

Oke. Masuk ke materi di judulnya, cara paling sulit untuk mendapatkan uang dari menulis. Ini harus kutuliskan karena memang banyak sekali yang menggunakan cara ini. Dan tentu saja hasilnya tidak terlalu menguntungkan.

Apa Cara Tersulit Itu?

dapat uang dari menulis
Dapat uang dari lomba menulis

Cara paling sulit dalam menghasilkan uang melalui tulisan ialah dengan mengikuti lomba! Ya! Mengikuti lomba ialah cara tersulit untuk mendapatkan uang.

Kok Bisa?

Oke, buat kalian yang terbiasa berfikir untuk 'dapat hadiah', pasti sulit menerima pemikiranku ini. Tentu saja ikut lomba, adalah hal yang mudah. Kalau kata orang 'iseng-iseng berhadiah', jadi buat aja tulisan, ikutkan lomba, terus kalau menang yah bagus, kalau nggak menang yahh nasib.

Alasanku berpendapat bahwa cara paling sulit bagi penulis untuk mendapatkan uang dengan mengikuti lomba adalah karena lomba akan selalu bergantung kepada juri. Jadi subyektifitas dari juri yang akan menentukan kamu menang atau tidak.

Untuk mendapatkan uang tipe 'penjudi' yang hit and wait, atau hit and run, ikut lomba memang cara termudahnya. Tetapi untuk benar-benar bisa menghasilkan "real money" atau uang yang bisa memenuhi kebutuhan, mengikuti lomba bukanlah cara yang tepat.

Ketika kita menang lomba, maka kita dapat uang. Ketika kalah? gigit jari!

Sekarang coba pikirkan, kalau kamu ikut lomba, kemudian dalam lomba tersebut kamu kalah. Kamu bisa instropeksi dan memperbaiki karyamu, kemudian ikut lomba lagi dan kalah lagi, ikut lagi dan kalah lagi. Tahu kenapa kalah terus? karena jurinya berganti-ganti, bahkan tipe lomba dan jenis tulisan yang diinginkan berganti-ganti.

Kelemahan dari penulis yang mengandalkan lomba sebagai tempat meraup uang ialah lomba itu tidak sistematis, tidak terukur, dan tidak berpola. Seperti yang aku bilang sebelumnya, karyamu mungkin bagus, tapi menurut juri A, ketika jurinya berganti B, apa karyamu masih bisa menang?

Apa Cara Cepat Menghasilkan Uang dari Menulis?

Menjadi penulis rutin

Penulis rutin itu maksudnya seperti ini, mendaftarlah secara resmi untuk mengisi kolom-kolom koran, menulis artikel online, menulis blog, atau mengisi cerpen di majalah. Saat mendaftar pasti kalian akan diseleksi, dan tidak semuanya diterima, tergantung kualitas tulisan kalian.

Bukannya Sistem Seleksi itu Sama Kayak Lomba?

Yap! Sama persis.
Tetapi ingat, ada pembedanya. Jika kamu menulis untuk lomba, maka yang menilai ialah juri. Kalian masih sadar kan kalau juri itu cuma dikontrak sekali atau dua kali? Kalian juga sadar kan kalau lomba itu 'event' jadi bukan rutinan, bahkan kalau rutin hanya satu kali setahun.

Misalnya saja kalian menang untuk tahun ini, dapat duit 2,5 juta, kalian harus nunggu setahun lagi buat menangin event yang sama. Memang mungkin untuk ikut lomba lain, tetapi jurinya ganti, dan pasti seleranya beda, kamu belum tentu menang, ok!

Nah kalau mendaftar sebagai penulis rutinan di koran atau media lain, berbeda ceritanya. Jika dalam pendaftaran pertama kamu ditolak, kamu bisa menanyakan alasan tulisanmu ditolak. Setelah itu perbaiki.

Setelah diperbaiki, masukkan lagi ke penerbitan tersebut, tentu saja kemungkinan diterimanya lebih besar. Karena pertama, karyamu sudah lebih baik, kedua penilainya tetap orang yang sama, yang standard dan seleranya tetap.

Setelah tulisanmu diterima, tentu saja karyamu akan terbit, dan kamu akan dibayar. Lalu bagaimana kalau minggu depan mengirimkan karya lagi? Editor atau penilainya pasti orang yang sama, karena dia digaji bulanan dan dikontrak tahunan. Karyamu akan dengan mudah masuk lagi dan terbit lagi, yang artinya DUIT lagi! Nahh... loh.. Sampai ku capslock!

Setelah di satu media kamu mendapat andil yang besar (artinya karyamu sering masuk), kamu bisa meningkatkan produktivitasmu dengan mendaftar pada penerbit lain. Dengan cara yang sama, kamu bisa meningkatkan produktivitas menulis dan produktivitas penduitan karyamu.

Kalian bisa lihat garis besarnya kan?

Jadi Jangan Ikutan Lomba yah?

Aku tidak pernah melarang ikut lomba. Yang ingin kukatakan ialah, sebaiknya kalian mulai memikirkan untuk menulis rutin. Menulis tulisan yang bisa dibayar rutin. Menulis yang berpola, sehingga mudah diselesaikan.

Kalau sudah seperti itu, ikut lomba akan menambah reputasimu.  Dengan meningkatnya reputasimu, kamu bisa menerima tawaran menulis untuk lebih banyak media dengan harga yang lebih mahal.

Jadi, kalau kalian mau ikut, ini ada lomba.. Coba aja, coba buktikan kalau pendapatku ada benarnya.. :P

Nih.. Nyoh..



Yap! That's It, Thanks! So Mmmuuuuuuach! :*

1 komentar

iya sih, kalo ikut lomba belum tentu menang :D

Balas