Apakah Blog Otoritas Itu?

Oleh:

Pada materi yang lalu saya memberikan penjelasan bagaimana mengeksplorasi sebuah ide menulis dari satu topik yang sangat umum misalnya tentang Kiat Menanam Buah-buahan di Halaman Rumah menjadi beberapa sub topik yang lebih spesifik lagi, seperti (1) memilih benih yang yang anda bagi lagi menjadi (a) memilih biji (b) stek atau okulasi (c) cangkok. (2) Memilih media tanam : (a) tanah (b) kompos (c) gel dan seterusnya bisa sampai 10 sub poin dan sub sub poin lagi. Meskipun akan menjadi banyak sub (sub) poin tetapi masih terkait dengan topik utama tadi tentang menanam buah di halaman rumah. 

Dengan bantuan peta pikiran atau mind map, anda bisa lebih mudah melakukan eksplorasi tersebut. Memang mind map adalah perangkat yang sangat keren untuk melakukan hal ini karena memudahkan kita untuk menyusun dan merancang beberapa pokok pikiran yang akan kita tuliskan. In sya Allah di materi yang akan datang akan saya jelaskan lebih detail bagaimana membuat mind map yang bagus. 

Nah, ketika anda sudah bisa dan berhasil melakukan eksplorasi sebuah topik menjadi beberapa sub topik yang membahas cabang-cabang ide pikiran utama tadi menjadi lebih spesifik maka ibaratnya anda sudah menyusun sebuah kerangka (outline) sebuah buku.
Tugas anda selanjutnya adalah menjabarkan ide-ide atau pokok pikiran yang anda tuangkan dalam mind map tadi sebagaimana contoh di atas dalam bentuk kalimat dan paragap. Dari kumpulan kalimat dan paragrap tadi anda akan mendapatkan beberapa Bab. Dan antara Bab pertama dan selanjutnya saling berkaitan yang tujuannya menjelaskan tentang topik utama yang bisa jadi anda pakai menjadi judul sebuah buku. 

Pada akhirnya jika anda pada saat penulisan itu menggunakan data-data yang valid dan atau berdasarkan pengalaman yang bisa dipertanggungjawabkan kebenaran dan keberhasilannya, maka buku anda tersebut akan menjadi rujukan bagi pecinta atau orang-orang yang mempunyai hobi bertanam di halaman rumah. Bisa jadi jika diantara mereka ada yang berhasil sesuai dengan petunjuk yang anda berikan pada buku anda, maka bukan tidak mungkin jika mereka akan merekomendasikan buku anda tersebut kepada temannya, atau bahkan mereka meminta dan menanti buku-buku anda selanjutnya. Dan yang penting lagi bisa jadi buku anda dijadikan rujukan atau referensi oleh penulis-penulis lain yang mengulas tentang kegiatan berkebun di halam rumah. 

Sekarang bandingkan jika anda menulis sebuah buku tebal tetapi isinya mulai halaman pertama sampai halaman terakhir memuat berbagai macam topik/tema sesuai yang ada dalam pikiran anda. Bisa jadi isinya memang menarik tetapi karena isinya berbagai macam tema, mulai pendidikan sampai tips memilih tempat wisata kuliner, maka kemungkinan kecil penulis lain menjadikan buku anda menjadi sebuah rujukan bagi pembacanya.

Lantas apa hubungannya dengan judul tulisan ini?

Perumpaan menulis buku di atas, adalah kurang lebih sama dengan perumpamaan membangun sebuah blog bagi pemula, jika anda mempunyai konsep sejak awal tentang bagaimana anda akan membangun blog tersebut maka anda bisa memfokuskan diri untuk mengisi blog tersebut denga suatu topik / tema tertentu.

Misalkan saja, ada yang hobinya travelling secara backpacker maka dia akan mengisi blognya dengan berbagai hal yang terkait traveling dan bacpacking. Ya, segala, mulai yang remeh temeh seperti memilih sepatu atau pakaian yang nyaman buat traveling di daeraj tertentu sampai dengan tips berburu tiket murah untuk ke bisa terbang dan jalan-jalan ke luar negeri. Maka jadilah blog tersebut menjadi rujukan bagi mereka yang hendak mbolang secara bacpacking.

Atau juga ada blogger yang hobinya traveling tetapi sekaligus juga hunting foto-foto unik yang dia temui selama perjalanan sehingga banyak sekali pembacanya yang menunggu-nunggu postingan blognya, karena keunikannya tadi.

Apakah hanya blog-blog yang isinya hobi saja yang bisa jadi rujukan dan sering dikunjungi pembaca?

Tidak juga, saya banyak sekali menemui blog-blog yang dijadikan rujukan bagi profesi-profesi penting baik di dunia pemerintahan dan dunia wirausaha.

Jika anda ingin mencobanya, silahkan ketik di Google, tentang sebuah masalah yang terkait dengan pekerjaan anda saat ini, misalkan saja, jika anda adalah abdi negara yang menangani pengadaan barang jasa, maka anda akan mendapati blog milik Khalid Mustafa, Samsul Ramli, Mudji Santosa atau Rafhan Mokoginta.

Atau jika anda seorang guru Bimbingan Konseling (BK), maka jika anda akan mencari artikel dan referensi tentang per-BK-an akan menemukan sebuah blog yang ditulis seorang dosen BK di sebuah univ di Jawa Barat sana.

Ada juga seorang guru Kimia di tanah Borneo yang konsisten menulis berbagai hal tentang kimia dan pengajaran, dan blognya sering nongol di halaman pertama Google jika anda mencari pembahasan materi soal-soal ujian kimia. Dan masih banyak lagi contoh dari blog-blog yang jadi rujukan pembaca. 

Kurang lebih begitulah gambaran tentang blog otoritas, yang mana sebuah blog kontennya sebagian besar berisi tentang topik tertentu.

Lantas bagaimana dengan blog saya kalau sudah terlanjur menulis tentang gado-gado? 


Jawabnya: tidak masalah jika anda memang menjadikan blog tersebut sebagai media untuk melatih otot-otot menulis anda, selain itu bisa jadi anda belum terbiasa denga menuliskan sebuah topik/tema tertentu dalam blog anda secara istiqomah dan menyenangkan.

Tetapi bagaimana jika anda pengin membuat blog otoritas?  

Jawabnya : buatlah dulu konsep atau semacam mindmap di mana anda bisa memprediksikan apa saja yang hendak anda tuliskan pada blog anda, sambil anda tetep berlatih meningkatkan kualitas menulis pada blog gado-gado anda. 

Jika anda sudah terbiasa dan konsisten dalam dan menulis sebuah artikel yang panjangnya minimal 750 sd 1500 kata dalam minimal 2 atau tiga hari maka silahkan anda mulai membangun blog otoritas anda, karena untuk memiliki blog otoritas anda tidak perlu setiap hari menulis (posting) cukup seminggu dua atau tiga kali, tetapi untuk membuat tulisannya kadang yang harus melakukan riset dan membutuhkan referensi yang lumayan menyita waktu.
Kiat lain sebelum anda membangun blog otoritas adalah meningkatkan popularitas blog anda.

Caranya bagaimana?

Seperti yang mungkin pernah sekilas saya singgung pada kelas ini, si Mahfuhz pemilik blog www.mystupidtheory.com - begitu dia lulus kuliah, dia ingin mendapatkan uang dari hobinya menulis. Tentu awalnya tidak mudah, tetapi dengan kerja kerasnya menulis rata-rata 20 artikel perhari, dia membangun blognya mulai dari nol dan berusaha meningkatkan popularitas blognya di mata google akhirnya dia mulai mendapatkan order menulis dari pemilik blog wisata, mulai dari tarif tidak sampe Rp. 10.000,- (sepuluh ribu rupiah) per artikel/tulisan sampai puluhan ribu per artikel. 

Sekarang pertanyaan saya kepada anda semua adalah:
Siapakah yang sudah terbiasa menulis minimal 3 tulisan perhari di blognya?

Jika sudah sepertinya ada reward khusus buat anda...

Atau ada yang perlu didiskusikan?

*******
Malang, 4 Agustus 2014.
(jumlah kata tulisan ini sekitar 1010 kata)





























1 komentar

Terimakasih banyak atas pencerahannya bro. Pelan-pelan saya juga sedang ingin membangun blog otoritas.

Balas